Rabu, Desember 28, 2011

ASET APA LIABILITAS ??


JANGAN PERNAH MENEMPATKAN ASET KEDALAM SATU KERANJANG, KARNA JIKA JATUH AKAN PECAH SEMUA
telor
DARI judul diatas pernah gak anda berpikir.......? apa yang anda punya atau apa yang anda miliki itu sebenernya aset atau liabilitas Banyak dari kita, ketika mulai merasakan pendapatan yang cukup banyak melakukan kesalahan besar dengan membelanjakan sebagian besar pendapatan untuk sebuah liabilitas, bukan aset. Padahal para pebisnis sukses, rata-rata selalu menginvestasikan pendapatan mereka di jalur aset. Hingga nantinya ketika aset mampu memberikan pendapatan berlebih, itulah yang digunakan untuk membeli liabilitas. Bingung apa itu aset dan apa itu liabilitas? Oke, saya jelaskan singkat dengan bahasa yang mudah dipahami. Kalau pengertian aslinya, silahkan googling atau ke wikipedia. Ini versi gampangnya :
ASET = Sesuatu yang bisa menambah uang ke dalam ‘kantong’ kita.
LIABILITAS = Sesuatu yang membuat kita mengeluarkan uang dari ‘kantong’.
Tebak-tebakan dikit. HP itu aset apa liabilitas? Rumah itu aset apa liabilitas? Kendaraan (sepeda motor / mobil) itu aset apa liabilitas? Jawabannya… TERGANTUNG BAGAIMANA KITA MENEMPATKANNYA.
HP akan menjadi sebuah liabilitas kalau tidak Anda gunakan untuk mendapatkan penghasilan. Karena setiap bulan Anda harus mengeluarkan uang untuk membeli pulsa. Lain lagi kalau Anda menggunakan HP untuk berbisnis pulsa. Alih-alih keluar uang beli pulsa, Anda bisa dapet pulsa gratis + untung lebih. Rumah, banyak yang mengira itu aset. Rumah itu liabilitas karena setiap tahun kita mesti mengeluarkan uang untuk membayar pajak atas bumi dan bangunan. Kalau ngga bayar pajak rumah disita pemerintah, ngga peduli sertifikat rumah dan tanah atas milik Anda. Sebenernya rumah punya kita apa pemerintah sih? Hahaha…
Rumah akan menjadi aset kalau bisa mendatangkan uang,misalnya dikontrakkan atau dibuat kos-kosan. Begitu juga dengan kendaraan atau mobil. Kalau Anda gunakan sendiri jadi liabilitas karena keluar duit untuk beli bensin ato pertamax belum perbaikan ini perbaikan itu dan berbagai hal yang menuntut kita harus mau mengeluarkan dana lagi untuk kendaraan kita. Akan jadi aset kalau Anda sewakan. Tidak perlu terlalu mahal, tapi bebankan bensinnya ke pihak penyewa. Beres kan!
Sama juga dengan modem internet. Kalau sekiranya itu menghemat banyak uang Anda ketimbang harus online dari warnet kenapa ngga? Itu juga dulu yang jadi pertimbangan saya kasih beli modem biar bisa online dari rumah. Tentunya dengan memperhitungkan pendapatan yang masuk lebih besar dari biaya bulanan modemnya. Minimal impas lah.
Sekali lagi saya ingatkan, kunci menjadi sukses adalah memperbesar kolom aset dan memperkecil kolom liabilitas. Kembangkan aset Anda hingga akhirnya dia bisa membayar semua kebutuhan liabilitas Anda. Karena di titik tersebut, Anda sudah passive income.
Intinya, orang-orang yang sukses dan menjadi kaya (sukses pasti kaya, kaya belum tentu sukses) cenderung memiliki kesamaan untuk berinvestasi di aset terlebih dahulu. Kalau kata buku yang mengupas rahasia bisnis orang Cina, ‘Hiduplah prihatin hingga benar-benar sukses’. Artinya, tahan dulu keinginan konsumtif untuk belanja a, b, c, d kalau semuanya adalah liabilitas. Karena ujung-ujungnya hanya akan menguras uang kita lebih banyak lagi.
Semoga bermanfaat dan, sudahkan Anda memiliki aset yang banyak? Aset apa yang mau Anda bangun di tahun berikutnya?
Sekarang pertanyaan saya, “Kalau Anda sekarang sedang membaca blog saya ini, waktu Anda itu berupa Aset atau Liabilitas?” Gimana ? silahkan posting komentar Anda di bawah ini.

4 komentar:

Aya on 2 Februari 2012 14.03 mengatakan...

Yah, mo gimana2 yg namanya aset itu adalah sesuatu yang bisa membuat uang datang ke kantong. S E T U J U ^o^/'

Movie's Zone on 8 Mei 2012 21.08 mengatakan...

Salam kenal,artikelnya bagus buat wawasan

Fari on 3 Agustus 2015 16.58 mengatakan...

Jakarta, Aktual.com — Satgasus Polda Metro Jaya menahan Dirjen Perdagangan Kementrian Luar Negeri Partogi Pangaribuan sebagai tersangka dugaan suap, gratifikasi, dan pencucian uang terkait ‘dwelling time’ di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (31/7) malam.

“‘PP’ sudah kami tahan tadi malam,” tegas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes M. Iqbal dalam sebuah diskusi di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (1/8).


Polda Metro Tahan Dirjen Perdagangan Luar Negeri

jodhi on 18 Januari 2017 14.46 mengatakan...

hari gini ngandelin aset satu tempat memang sangatlah susah sekali...mending buat atau bikin usaha kecil-kecilan yang banyak supaya banyak juga yang masuk kas pribadi walaupun sedikit.

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar
NO SARA, NO SPAM

Twiter n like


By TwitterButtons.com
online
 

Copyright 2009 @ by dery | Converted into Blogger Template by Bloganol dot com